Secangkir kopi luwak, sejauh mata memandang…

Cuaca Bali lagi nggak jelas banget nih, sebentar hujan, sebentar panas, gitu aja terus ampe lebaran monyet. Mau ke pantai nanggung, ntar lagi asik-asik jemuran eh malah diguyur hujan. Akhirnya gue memutuskan untuk mencari aktivitas seru di daerah Ubud aja, biar bisa ngobrol santai sama dua sahabat gue yang orang Bali aseli. Nah, mereka ngajak ke Bali Pulina, kata mereka tempatnya asik banget buat rumpi-rumpi cantik, hmm…kebetulan emang gue doyan kopi. OK, langsung cuss…

Setelah menempuh perjalanan satu setengah jam dari Seminyak, nyampelah kita di Bali Pulina Agro Wisata di daerah Gianyar. Untuk masuk kesini dan merasakan pengalaman cara membuat kopi secara tradisional, kita diwajibkan membayar Rp.100K saja.

20160626_175647-01

Setelah menapaki beberapa anak tangga, kok ada beberapa kandang hewan dan potongan pohon kayu? Oh, ini kandangnya luwak. Mana luwaknya? Setelah diperhatikan dengan teliti mereka lagi tiduran di dalam potongan pohon kayu itu. Jadi luwak ini adalah binatang malam (nocturnal), kalo tinggal di Jakarta pasti mereka ini macam anak-anak dugem ibukota itu loh.

Di dalam kandang terdapat kotak yang berisi biji kopi mentah yang baru dipetik dan air putih sebagai kudapan mereka. Sementara itu, di lantainya ada beberepa tumpukan biji kopi yang terlihat bersih dan basah. Oh, ternyata itu adalah eek-nya luwak yang terkenal seantero jagad raya. Jadi di dalam perutnya, biji kopi mentah itu seperti dikupas dan dibersihkan kulitnya. Keluar-keluar udah bersih aja.

Tidak jauh dari kandang luwak, kita juga bisa melihat langsung  kebun kopi, coklat, buah-buahan dan berbagai tanaman herbal lainnya. Kemudian tibalah kita di tahapan berikutnya, dimana biji kopi ini dibersihkan, dijemur serta disangrai sekitar empat puluh lima menit hingga wangi dan layak untuk digerus.

Setelah melihat proses pembuatan kopi luwak secara tradisional, kita udah nggak sabar untuk menyeruput secangkir kopi yang konon harganya mahal ini. Dengan menukarkan karcis masuk yang sudah kita beli, kita kemudian diantarkan langsung ke bagian paling keren dari tempat ini, yaitu area pondokan dengan hamparan sawah dan gunung nan hijau. Uapik!!!

DCIM100GOPRO

Tidak lama menunggu, kita disuguhkan delapan cangkir varian kopi dan teh. Mulai dari lemon tea, ginger tea, ginger coffee, ginseng coffee, chocolate coffee, pure cocoa, vanilla coffee hingga Bali black coffee. Ini masih tester aja broh! Diantara delapan varian ini, kita bisa memilih varian kesukaan kita yang disuguhkan dengan cangkir yang lebih besar dilengkapi dengan snack keripik nangka, pisang goreng dan pisang kukus. Tanpa pikir panjang lagi, gue memutuskan untuk memesan Kopi Luwak.

20160626_155801-01

Sembari menikmati kopi luwak yang nikmat dengan pemandangan yang sangat mempesona, terlihat beberapa orang turun ke bawah untuk mengambil foto. Ini merupakan spot favorit para pengunjung ditempat ini, dimana terdapat anjungan dari dek kayu yang berbentuk daun kopi. Sungguh, tempat ini Instagrammable banget. Kalo biasanya kita ngopi di mal, ini bener-bener pengalaman ngopi yang sangat berbeda, hangat di mulut tapi adem di mata.

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s