Litus Mesten, Hotel Tradisional Bali diantara kemewahan resort-resort Nusa Dua

Setelah menghabiskan tiga hari di tengah keramaian Seminyak, akhirnya gue memutuskan untuk sedikit menenangkan jiwa raga ke Selatan Bali yang terkenal dengan pantai-pantainya yang sangat menawan. Maklum, hidup di Jakarta itu berat breh!

Pasti pada tau dong, daerah Nusa Dua ini sangat terkenal dengan kemewahan resort-resort bergaya modern di sepanjang pesisir pantainya. Nah, yang mungkin nggak kalian tau bahwa disini ada loh Boutique Hotel yang sangat kental dengan desain lokal dan gaya tradisional Bali. Hotel yang dulunya bernama Mesten Tamarind ini berganti nama menjadi Litus Mesten sejak dikelolah oleh Litus Management per awal tahun 2016 ini.

Di depan lobby utama, kita disambut oleh patung Ganesha yang besar. Ganesha di budaya Hindu merupakan Dewa Ilmu Pengetahuan yang mempunyai wujud kepala gajah, dan ia adalah anak dari Dewa Siwa. Beneran anaknya Dewa Siwa? Ya iyalah jaman dahulu kan belom ada istilah Putera yang Ditukar.

Hotel yang terdiri dari lima lantai dan dua puluh dua kamar ini dipenuhi oleh patung serta ornamen lokal khas Bali. Untuk memasuki kamar tipe Deluxe yang hanya ada dua unit di lantai dasarnya, kita harus melewati pintu ukiran khas Bali yang disebut Gebyok. Gebyok ya bukan Gobyok, yang Gobyok itu elo yang masih aja ngarepin dia padahal udah diduain berkali-kali. Hahaha…

IMG_8406-01bbb

 

Karena anaknya baik hati dan tidak sombong, maka kali ini gue berkesempatan untuk tinggal di kamar 1001, yang merupakan satu-satunya kamar tipe Deluxe dengan akses langsung ke kolam renang. Wah, nggak sabar nih pengen cepet nyebur ke kolam dan menyantap sarapan pagi dengan pemandangan kolam yang biru disertai kicauan burung di pagi hari. Damai banget sis!!!

Nggak jauh dari kolam renang, tepatnya di halaman belakang hotel, juga terdapat sebuah Pura yang merupakan tempat ibadah orang Bali. Saya sempat bertemu dengan pemilik hotelnya yang bernama Pak Made, sosok asli Bali yang sangat ramah. Beliau pun mulai menceritakan awal mula keberadaan Pura di halaman belakang. Begini ceritanya, auuuuuu… (ala2 KisMis), dahulu kala ayahanda dari Pak Made ini sempat ribut dengan orang, kemudian ketika hendak mengambil batu untuk dilempar, tiba-tiba batu tersebut terasa berat sekali dan tampak bercahaya. Setelah dilihat ternyata batu itu berbentuk Kepala Gajah, yang diyakini mereka adalah wangsit atau amanat dari Dewa Ganesha. Dan batu itu sekarang diletakkan di atas Pura tersebut. Ini juga yang menjadi alasan mengapa terdapat patung Ganesha yang besar di depan lobby hotel ini.

 

IMG_8401-01www

Setelah merasa cukup puas berkeliling di lantai dasar, akhirnya kekepoan gue memuncak untuk naik ke atas bangunan hotel ini. Ting tong… suara lift terbuka di lantai lima dan  sampailah gue di puncak hotel ini. WOW!!! Sempat tertegun sejenak, ternyata di atas hotel ini terdapat sebuah area yang bisa menjadi tempat pilihan untuk breakfast ataupun barbeque dengan pemandangan hijau dan hamparan laut Nusa Dua yang terpampang nyata dan manja.

Dan sedikit bocoran lagi dari Pak Made, bahwa mereka sedang dalam proses untuk membuat Yoga Court di atas gedung ini. Bayangin aja coba, yoga dengan pemandangan seperti di bawah ini? Yakin deh pasti elo akan melupakan sejenak kejombloan lo!!!

IMG_8396-01ccc
Enter a caption
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s